Kamis, 24 November 2011

Waktu Paling Berharga dalam Kehidupan Seorang Muslim

Gery Aprido: Staff Bidmed IGCC


Bersamaan dengan bergulirnya waktu, ketrampilan dan pengetahuan manusia mengalami perubahan-perubahan hingga saat ini. Kita merasakan betapa banyak kemudahan yang didapatkan oleh manusia dari ilmu pengetahuan. Jarak antara kota satu dengan lainnya terasa semakin dekat karena waktu tempuh yang dihabiskan semakin singkat. Hal ini memberi peluang kepada kita untuk memanfaatkan waktu kepada hal-hal yang lain yang lebih bermanfaat.
Namun hal ini tidak banyak disadari oleh manusia. Mereka lebih memilih hal-hal yang bersifat kesenangan hawa nafsu guna menghabiskan waktu tersebut. Sehingga Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh yang saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS: Al-'Ashr 1-3).

Rabu, 19 Oktober 2011

Pelajar Indonesia Unjuk Prestasi di World Creativity Forum 2011



Media Online IGCC - Meski belum lama ini kasus tawuran antar pelajar kembali merebak, namun terdapat banyak pelajar yang unjuk gigi dengan menorehkan prestasi. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, prestasi tersebut diukir dalam skala internasional.

Para pelajar Indonesia tersebut berjaya dalam acara World Creativity Forum (WCF) 2011, yaitu sebuah lomba karya ilmiah berskala internasional. Kali ini tema yang diusung adalah Sharing Hope Worldwide Using Social Networking Service (SNS).

Mereka adalah Amirah Ayu Mudhiah Fahren dari SMPN 1 Bogor dan Irfan Shah Akbar Rulianto dari SMPI Al-Azhar 19 yang meraih medali perak pada kategori SMP. Dengan tesis berjudul TREEBEE, mereka mengajak kaum muda untuk memerangi kekerasan di kalangan remaja melalui jaringan media sosial atau Social Network Services (SNS).

Hal ini memungkinkan ajakan memerangi kekerasan di kalangan remaja, seperti aksi tawuran maupun aksi bullying antara senior dan junior di sekolah disosialisasikan pada media sosial. Misalnya, blog, twitter, maupun facebook.

Sementara, dua pelajar SDI Al-Azhar 9 Kemang Pratama, Bekasi, yaitu Muhammad Hanif Afisena dan Drianzka Mayreswara Dewa berhasil menggondol medali perunggu bagi Indonesia pada ajang yang sama.

Pada tingkat SD, mereka diminta menciptakan embrio Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kedua pelajar ini pun menyuguhkan karya bernama MAFIA, yaitu membuat sejumlah menara wifi yang dapat memudahkan anak-anak miskin di daerah perkotaan di seluruh dunia mengakses dunia maya.

WCF kali ini berlangsung di Daejeon Korea Advance Institute of Science Technology (KAIST), Korea pada 7-10 Oktober. Kegiatan ini memiliki misi menyajikan kegiatan berkelas dunia bagi siswa berbakat dan berkecerdasan istimewa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Selain itu, juga berfungsi untuk memberikan inspirasi bagi para guru dan pihak lain dalam mengembangkan program pembelajaran sains dan teknologi yang menantang bagi para siswa.

Lebih dari 50 tim yang berasal dari delapan negara, yakni Thailand, Meksiko, Arab Saudi, Taiwan, China, Singapura, Indonesia, dan Korea Selatan, mengiukuti ajang ini. Dalam acara tersebut, para pelajar harus mempresentasikan karya mereka di hadapan juri dan penonton.(net)

Sekolah Perlu Kembangkan Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti.

Para pimpinan DPR RI -
Anis Matta, Marzuki Ali dkk.
Pimpinan DPR- RI soal Pendidikan di Indonesia


Media Online IGCC - Lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi perlu mengembangkan pendidikan akhlak mulia dan budi pekerti. Hal itu dikatakan Ketua DPR RI Marzuki Alie dalam sambutannya pada acara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-6 dan Dies Natalies Ke-5, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, Sabtu (8/10). Marzuki memaparkan, yang terjadi hari ini adalah hasil pendidikan masa lalu. Saat ini banyak orang yang tidak lagi menggunakan etika dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya. “Ada sesuatu yang salah dalam pendidikan masa lalu, oleh karena itu peran para guru sangat penting dan strategis untuk mempersiapkan generasi mendatang yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Senin, 25 Juli 2011

12 TIPS SUKSES BELAJAR MATEMATIKA

Media Online IGCC - Sukses Belajar Matematika
Yes, You Can Learn Math !!! Get a “can do” attitude. Kalimat inilah  yang seharusnya dalam pikiran Anda. Hal tersebut pasti membuat Anda lebih percaya diri dalam mengerjakan soal Matematika.

Jika Anda terampil berolahraga, bermain musik, menari dan lain-lain, Anda pastinya juga dapat mengerjakan soal Matematika. Berikut tips untuk Anda.

Ciri Guru “Matang” Dalam Pembelajaran


Dunia belajar mengajar adalah dunia yang terus berkembang. Seorang guru yang terus menerus gunakan metode dan pendekatan yang sama saat mengajar, akan terlihat menjadi guru yang hanya menjalankan rutinitas. Terbayanglah sudah jika seorang individu hanya menjalankan rutinitas belaka, maka ia sendiri sebagai pelaku akan mudah terjebak untuk menjadi jenuh dan cepat jadi bosan pada profesi yang menjadi pilihannya. Jika ia tidak bosan maka yang terjadi individu tersebut akan menjadi ‘stagnan’ alias diam ditempat, tidak berkembang dan lupa untuk belajar.

Salah satu ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan antara antusiasme, suasana hati seorang guru dan tugas kesehariannya sebagai pendidik adalah hal yang disebut sebagai ‘perencanaan’. Dengan merencanakan guru bisa menikmati profesinya sambil bisa menikmati kehidupan sosialnya.

1. Sudah ada di kelas sebelum kelas dimulai, waktunya bisa 5 sampai 10 menit sebelum siswa datang ke kelas. Dengan demikian ia tidak sering berdiri membelakangi siswa saat menulis atau melakukan persiapan sesuatu dalam mengajar.

2. Tidak sekedar membawa ‘dirinya’ saja, tapi juga tampil dengan bahan dan sumber belajar, seperti misalnya kartu permainan untuk guru bahasa, dan alat peraga yang sederhana yang sifatnya bersifat ‘hands on’ yang bisa dipakai oleh siswanya di kelas.

3. Mulai kelas dengan tepat waktu, guru yang merencanakan pembelajarannya dengan baik tidak sabar untuk segera mencoba ‘formulanya’ di kelas.

4. Jika mengajar hanya satu jam pelajaran ia akan memaksa siswanya untuk siap segera memulai kegiatan dan langsung memberikan arahan serta instruksi pekerjaan pada siswa. Ia tidak akan membiarkan siswa kehilangan arah dan mulai berulah mengobrol atau mengganggu temannya. Semuanya sibuk karena sudah ada pekerjaan yang mesti dikerjakan.

5. Jika ia mengajar lebih dari 2 jam pelajaran, ia akan membagi siswanya dalam group dengan rotasi dengan alokasi waktu yang sama. Group berguna untuk membuat siswa mnjadi sibuk. Siswa yang sibuk apalagi dengan tugas bermakna menjadi ciri suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

6. Ia akan banyak mengajukan pertanyaan pada siswanya di kelas, siswa akan diarahkan dengan pertanyaan dan bukan dengan ceramah atau perintah.

7. Penugasan kepada siswa dilakukan dengan pola penugasan ‘paket’ yang terdiri dari soal yang sedikit, ringkas tapi menantang.

8. Ia akan selalu melihat jam, tapi bukan karena ia bosan. Ia melihat jam demi memastikan semua target pembelajarannya hari ini tercapai dan memenuhi hasrat pengabdian profesional sebagai guru.

9. Selalu tersenyum saat menerangkan dan tidak mudah marah saat ada siswa yang berbuat kesalahan. Hal ini terjadi karena ia yakin dengan arah pembelajarannya dan panik hanya karena ada satu saja siswa yang berulah.

10. Suasana kelasnya ‘turun naik’, artinya tidak melulu sunyi senyap, tapi juga ‘meriah’ jika siswa sedang diajak untuk belajar dengan debat, kuis atau kompetisi kecil yang menyenangkan. Saat itu terjadi ia akan cepat menutup pintu khawatir akan mengganggu kelas lain, hal ini cepat diantisipasi karena masuk dalam perencanaannya sebelum mengajar.

Agus Sampurno
Global Jaya International School Teacher Indonesia

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...