Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2013

Ramadhan & Cewek (Akhwat Zone)

-IGCC-
Bismillahirrahmanirrahim...

***
Meski berbeda dari segi fisik dan fitrah, pada dasarnya wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama di hadapan Sang Khalik sebagai hamba-Nya sekaligus mempunyai peluang yang sama untuk meraih kedudukan mulia di sisi-Nya. Allah yang Maha Adil telah menetapkan sekian banyak keistimewaan yang ada pada laki-laki, begitu juga dengan wanita.Tentu bukan untuk saling mengalahkan satu sama lain, melainkan semata-mata untuk salling mengisi dan saling menyempurnakan. Maka, segala yang telah ditetapkan-Nya bagi kaumlaki-laki dalam urusan ad-Diin, juga ditetapkan untuk kaum wanita. Yups, salah satunya adalah PUASA di bulan Ramadhan

Sejak mula diwajibkannya puasa Ramadhan, tak pernah ada istilah perintah ini hanya diwajibkan bagi kaum laki-laki saja dan tidak wajib bagi wanita (selengkapnya liat di QS. 2: 183-185, tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadhandan masalah-masalah yang berkaitan dengan Puasa Ramadhan, he). Termasuk yang satu ini: khusus bagi para wanita,  ada saat tertentu bagi wanita yang berada pada usia produktif (baligh), yaitu masa haid atau nifas yang membutanya tidak dapat mengerjakan perintah-perintah wajib seperti shalat dan puasa. Tapiii, bukan berarti dengan udzur *halangan*  tersebut kita terhalangi untukmengerjakan amal kebajikan lain yang nilai pahalanya (mungkin) bisa menyamai amalan yang ditinggalkan bukan??? ^^

Terkadang, sebagian dari kita *para wanita* memiliki pemahaman yang keliru yang menganggap bahwa pada bulan Ramadhan, ada bonus khusus istirahat dari aktivitas ibadah ketika waktu haid tiba, hingga akhirnya mereka memanfaatkan waktu jeda itu hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, beberapa dari kaum Muslimah ada yang akhirnya keterusan tidak lagi menjalankan ibadah puasa meski udzur nya telah terhenti, na'udzubillah min dzalik.. *semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut, aamiin* 

Berikut ini beberapa kebiasaan dan kekeliruan pemahaman yang sering dilakukan para wanita saat Puasa Ramadhan tiba:

Menunda Bersuci
Hal yang sering disepelekan kaum wanita, khusunya remaja muslimah selama bulan Ramadhan adalah waktu bersuci dari haid., hufh! Sekali lagi, mungkin karena pemahaman yang sedikit keliru dengan menganggap masa haid adalah keringanan bagi wanita, sehingga meremehkannya dan ketika terlena, akhirnya menunda-nunda waktu untukmenyucikan diri setelah selesal haid. Padahal, sesungguhnya perkara ini tidak seringan itu, sebab ini menyangkut kewajiban shalat dan puasa. Jika hanya sat uwaktu shalat yang terlewatkan, mungkin itu masih bisa tergantikan sedikit.Namun, bila yang terlewatkan itu  lima waktu bahkan berhari-hari, ditambah lagi dengan waktu yang sangat berharga di hari-hari selama bulan Ramadhan yang terlewatkan, apa jadinya??! Berapa banyak kerugian dan dosa kita? Nastagfirullah....

Saudari Muslimah yang punya kesadaran akan hal ini  tentu tidak akan  membiarkan hal ini terjadi pada dirinya dan saudari-saudarinya yang lain. Oleh sebab itu, sangat penting bag ikita untuk  memperhatikan siklus haid  (terutama yang tidak beraturan) agar tidak terjatuh pada hal yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah. Tentu kita tidak menginginkan enam hari atau tujuh hari bahkan lebih dari Ramadhan terlewatkan sia-sia tanpa arti. Sebelum tiba masanya, sebaiknya kita sudah menyiapakan schedule  amal saleh untuk waktu tersebut. Kalau perlu, sebanyak-banyaknya deh, agar mampu menandingi pahala ketika masa suci. Karena tidak ada batasan untuk beramal baik, asal kita mampu dan tidak menzhalimi diri kita sendiri tentunya.

Puasa, tapi...
Kekeliruan kita dan kaum Muslimin pada umumnya menganggap ibadah puasa hanyalah rutinitas tahunan yang menjadi kewajiban seorang kaum muslimin berupa menahan makan ,minum  dan jima' di siang hari, tidak lebih dari itu. Hingga mudah didapati, ada orang yang berpuasa tapi saling menyakiti, bertengkar,memutuskan silaturrahim, dan sebagainya... Belum lagi, jika yang berpuasa hanya menghabiskan waktunya di depan televisi untuk menikmat tayangan ghibah-tainment  *ngerumpi* (ngutip, he) yang gencar banget nongol di tv, tak kenal waktu. Maka lengkaplah sudah semua perusak ibadah puasa kita. Padahal, Rasulullah Shol'am mengingatkan kita,  

"Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta danamalan yang semisalnya pad saat ia berpuasa, maka Allah tidak butuh daridirinya menahan makan dan minum." (HR. Bukhari)
"Puasa adalah perisai, barangsiapa di antara kalian yangberpuasa, maka hendaklah dia tidak berkata kotor atau berbuat kerusakan. Jikaia cela atau hendaklah dia tidak berkata kotor dan berbuat kerusakan. Jika iadicela dan diajak  bertengkar, maka hendaknya ia menhgatakan: 'aku sedangberpuasa." (Muttafaq 'Alaih) 

Ya, puasa adalah perisai. Pertahanan diri seorang mukmin dari serbuan tipu daya syaithon yang menjerumuskan.. Jadi, hendaklah kita mampu membentengi diri kita dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghapuskan pahala ibadah puasa kita.

Duniaku.., Dunia Wanita...
Seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebenarnya tidak dilarang untuk melaksankan segala urusan duniawinya seperti menyiapkan makan, minum, kerja, memberesakan rumah, mencuci gorden, silaturahim, de el el... Selama tidak mengandung unsur pelanggaran syari'at di dalamnya, insya Allah diperbolehkan. Masalahnya, para wanita (khususnya ibu-ibu dan remaja putri) justru kebalikannya.  Yang harusnya mubah, malah menjadi suatu keharusan. Terus, yang menjadi kewajiban,malah  terabaikan.., 
Contohnya saja, urusan menyiapkan makanan  untuk sahur. Karena terlalu lama dan terlalu banyak yang musti disiapain, akhirnya shalat kita jadi tertunda. Mestinya kita bisa Qiyamul Lail dulu, eh, malah jadi qiyam (berdiri, mendirikan) di dapur, hehe :D. Atau waktunya buat tadarus Qur'an, malah terpakai buat mengatur segala macam jenis menu masakan untuk besok.  Belum lagi, urusan persiapan hari raya. Kaum wanita (tak pandang buluh, dari nenek-nenek sampai anak-anak) selalu jadi kaum yang paling sibuk untuk urusan pernak-pernik seputar Lebaran. Mulai dari hunting tempat belanja murah untuk beli kebutuhan pokok, beli baju, penataan rumah, masak kue, dan lain-lain. Ujung-ujungnya, disepuluh malam terakhir yang sangat berharga untuk ibadah, harus terganti dengan kesibukan kita yang mestinya bisa diatur sedemikian rupa. Sayang kan?? -_-'


Akhawatifillah, kurang lebih itulah hal-hal yang seringkali melalaikan kita di bulan Ramadahan. Tentu kita semua mempunyai tekad yang sama, tidak mau terjebak pada kesalahan-kesalahan itu. Jadikan Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terindah kita.. Semoga Allah memperlihatkan kepada kita bahwa yang benar adalah benar, dan menuntun kita untuk tetap berjalan di atas kebenaran itu. Begitu juga dengan yang salah, semoga Allah menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari kesalahan2 tersebut, aamiin...
Semangat perubahan menuju perubahan yang lebih baik lagi!!! Fastabiqul Khairat.. :D
Marhaban Ya Ramadhan...

Kamis, 18 April 2013

Antara Kartini dan Sayidah Aisyah


-IGCC-
Oleh: Reza Ageung S*

KARTINI dan emansipasi, dua kata yang sulit dipisahkan. Di balik riwayat Kartini dengan surat-suratnya yang terkenal dan riwayat gagasan emansipasi yang terinspirasi feminisme dari zaman Pencerahaan, segolongan aktivis feminisme mencoba membajak sejarah untuk kepentingan-kepentingan tertentu, atau menjunjung nilai-nilai tertentu.



Dengan semangat “kesetaraan”, pendekatan legal formal dilakukan, guna mengubah apa yang mereka sebut sebagai “kontruksi sosial” yang merugikan kaum perempuan, atau sistem nilai yang cenderung patriarkis dan berorientasi pembedaaan gender.



Namun Kartini tidak dapat dipanggil kembali untuk sebuah konfirmasi. Isi benaknya tetap tersimpan dalam deretan tulisan sejarah yang ditorehkan orang lain dan tumpukan surat-suratnya kepada Ny. Abendanon, Nn. Stella Zeehandelaar, Ny Marie Ovink Soer, Ir. H. H. Van Kol, Ny. Nellie dan Dr Adriani, sederat lingkaran elit kolonial.


Pertanyaan sederhana sebetulnya adalah : benarkah Kartini memperjuangkan emansipasi, atau hak-hak perempuan atau apapun namanya? Jikapun benar, apakah apa yang diperjuangkan Kartini sama dengan apa yang diperjuangkan kaum feminis hari ini hingga mereka merasa memiliki lisensi untuk mencatut nama Kartini?


Sudah menjadi maklumat kita bersama bahwa kaum feminis hari ini memperjuangkan sebuah sistem nilai yang berkiblat pada Barat.


Perempuan di mata mereka adalah makhluk yang tiada beda dengan laki-laki, kecuali berbeda dalam struktur biologis belaka. Di luar itu, perempuan adalah laki-laki dengan segala haknya hingga dibolehkan, bahkan diharuskan untuk memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam segala bidang. Arus inilah yang jelas terasa dalam Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) yang saat ini sedang menanti pembahasan di gedung dewan dan sudah menuai banyak kritikan dari kalangan intelektual muslim. Mengenai mudharat dari RUU ini sudah banyak dibahas dalam banyak tulisan.


Jika memang arus feminisme hari ini adalah tidak lain arus westernisasi yang notabene anti-Islam (bahkan anti-agama), maka Kartini pun akan tervonis sebagai penjaja ide-ide Barat dengan alasan mengkonter nilai adat yang menindas hak-hak kaum wanita. Benarkah begitu?


Kartini dan Islam


Bertolak belakang dari klaim pegiat feminisme, menarik sekali apa yang dipaparkan oleh pakar sejarah Ahmad Mansur Suryanegara tentang sosok Kartini. Dalam bukunya yang fenomenal, Api Sejarah, Ahmad Mansur menulis :

“Dari surat-suratnya yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang, ternyata R.A Kartini tidak hanya menentang adat, tetapi juga menentang politik kristenisasi dan westernisasi. Dari surat-surat R.A. Kartini terbaca tentang nilai Islam di mata rakyat terjajah waktu itu. Islam sebagai lambang martabat peradaban bangsa Indonesia. Sebaliknya, Kristen dinilai merendahkan derajat bangsa karena para gerejawannya memihak kepada politik imperialisme dan kapitalisme.”


Kepada E.C. Abandenon, Kartini menulis surat yang berisi penolakannya terhadap misi kristenisasi: “Zending Protestan jangan bekerjasama dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat Zending memandang Islam sebagai musuhnya. Dampaknya, semua agama akan memusuhi Zending.”


Di bagian lain Kartini menulis, “orang Islam umumnya memandang rendah kepada orang yang tadinya seagama dengan dia, lalu melepaskan keyakinannya sendiri memeluk agama lain.” Kenapa?, “karena yang dipeluknya agama orang Belanda, sangkanya dia sama tinggi derajatnya dengan orang Belanda.”


Sebuah opini yang lugas bahwa kristenisasi berjalin erat dengan westernisasi dan penanaman nilai-nilai yang memandang rendah bangsa sendiri dan memandang tinggi bangsa penjajah. Masih menurut Ahmad Mansur, Kartini memiliki sikap demikian setelah memperoleh dan membaca tafsir Al-Qur’an. Kekagumannya pada Qur’an ia tulis dalam suratnya kepada E.C. Abandenon : “Alangkah bebalnya, bodohnya kami, kami tiada melihat, tiada tahu, bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan di samping kami.” Qur’an ia sebut dengan “gunung kekayaan”.


Sisi ini yang kurang diperhatikan oleh pegiat emasipasi wanita dan feminisme. Bahwa Kartini sebagai sosok pembela hak perempuan dapat saja benar adanya, sebagaima wanita sezamannya Raden Dewi Sartika yang giat memperjuangkan pendidikan, utamanya pencerdasan kaum perempuan bahkan mendirikan Kautamaan Isteri pada tahun 1916. Hanya saja, amat berlebihan jika semangat pembelaan hak dan pencerdasan bangsa ini lantas ditafsirkan sebagai upaya merintis emansipasi, sebagaimana yang dilihat dari kacamata kaum feminis. Secara adil, seharusnya mereka juga melihat sosok Kartini sebagai pembela nilai Islam dari serangan Barat dan perintis pencerdasan perempuan, semua gagasan itu sudah mendapat landasannya dalam ajaran Islam, bukan dalam ajaran Barat.


Namun begitu, bagi umat Islam, sikap yang diperlukan sudah benderang. Kita berpijak dan menjunjung al-Qur’an dan Sunnah. Bagaimanapun sosok sejarah seperti Kartini sangat mudah mengalami multiinterpretasi, apalagi tidak ada seorang pun yang terjamin originalitas semua peninggalan intelektualnya di masa lalu, kecuali Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassalam. Maka, umat Islam tidak wajar jika melabuhkan teladannya pada sosok sejarah sepenuh hati. Ajaran al-Qur’an dan Sunnah mesti tetap menjadi pegangan utama, kacamata satu-satunya memandang dunia. Dengan kacamata ini, maka tidak ada seorang pun yang maksum, setiap sosok sejarah memiliki sisi baik untuk diteladani di samping sisi buruk untuk ditinggalkan. Maka tidak ada satu orang pun yang dapat dijadikan standar kebenaran menandingi al-Qur’an dan Sunnah.

Oleh karena itu, alih-alih Kartini, umat Islam memiliki banyak sosok lain dari gudang keteladanan generasi shahabiyah. Sebut saja Sayidah Aisyah ra, seorang isteri Nabi Shallawahu ‘Alaihi Wassalam sekaligus narator hadits, intelektual perempuan sepanjang zaman. Bagi kaum perempuan umat Islam, sosok ini, dan juga para shahabiyah lainnya, lebih wajar untuk dipanut. Wallahu a’lam.[]


*Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan

Senin, 25 Maret 2013

WANITA, MULIAKANLAH DIRIMU...


-IGCC-  Dia begitu cantik, begitu memukau. Ia sebagai perhiasan di dunia dan semestinya demikian adanya kelak ketika surga ditampakkan dan neraka dibentangkan. Sayang, beberapa riwayat dari rasulullah SAW menyebutkan betapa banyaknya wanita yang kelak akan menghuni neraka.

“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Ah, engkau begitu mulia mestinya. Bahkan golonganmu menjadi orang yang mesti ditaati dalam urutan teratas setelah Allah dan rasul-Nya,

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Syariat ini turun salah satunya untuk mengangkat kedudukanmu yang terlecehkan sebelumnya. Bukalah sejarah dan lihat apa yang diperlakukan kebanyakan orang kepadamu sebelum syariat ini diturunkan. Tengok pula serangan kaum muslimin ke pemukiman Bani Qainuqa' akibat terbunuhnya seorang mukmin yang coba melindungi harga dirimu itu.

Namun masa kini, tengoklah apa yang terjadi padamu. Syariat hendak melindungimu, menjagamu, karena betapa tak ternilainya kehormatanmu tetapi malah dengan mudah kau gadaikan kesucianmu. Hijab yang Allah tuntunkan padamu bukan untuk mengekangmu atau mempersulitmu. Allah hendak menunjukkan keistimewaanmu hanya pada orang terkasih yang kelak dengan jantan meminangmu.

Ah wanita, betapa sulitnya memahami dirimu. Ketika ditanya, dengan lantang kau katakan betapa mengharapnya dirimu akan surga-Nya. Namun mengapa perintah-Nya kau abaikan begitu saja hanya demi nafsumu tuk mengikuti mode-mode dunia yang membutakanmu?

Dari Curup, Bengkulu, ke Jakarta kota Ibukota, hingga aku kembali ke Pati, Jawa Tengah_tempat aku dibesarkan, kudapati kebanyakan darimu adalah mereka yang suka merayu. Menggoda mata dengan lekuk indah tubuhmu. Dari pedalaman desa ke kota, jalanan raya hingga Bandar udara semuanya menjadi tempat yang dipenuhi dengan dirimu yang enggan menjaga martabatmu.

Pantas bila Imam Qurtubhi berkata,
“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Komentar ini muncul atas sabda Muhammad SAW,
“Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim, no. 7118).

Betapa aku khawatir, karena pemandangan ini telah dianggap lumrah oleh kebanyakan manusia.

“Agama itu ketika kau tengah menyembah, bersembahyang pada Tuhanmu. Jangan kau campur-baurkan dengan hidup sosial sehari-harimu.” Ini kata sebagian orang ngawur yang memisahkan fungsi syariat dengan hidup bermasyarakat, mengagung-agungkan konstitusi hingga mengesampingkan syariat atau bahkan menuhankan akal, pikiran dan nafsu sesaat.

Tengoklah, berapa banyak mereka yang prihatin akan kondisimu kini? Bahkan sebagian darimu meresa risih ketika kami ajak untuk memperbaiki diri.

“Jangan ajari kami cara berpakaian.” Ujar mereka.
“Urusi saja kemiskinan yang masih di mana-mana!”, timpal yang lain.
“Kami ini setara dengan kaum pria, kami berhak dan lebih tau apa yang terbaik buat kami.” Sebagian yang lain turut berargumentasi.

Ah sudahlah, aku tuliskan ini sebagai nasehat untuk kita bersama. Bagimu para wanita agar engkau senantiasa menjaga kehormatan dan martabatmu. Hijablah dengan benar tubuh muliamu itu.

“malu itu sifat yang baik. Pada diri wanita ia menjadi lebih utama,” sabda rasulullah tentang dirimu.

Dan untuk kaum lelaki, jagalah pandanganmu. Jangan kau biarkan nafsu membutakanmu dari mengingat Allah. Nasehatilah saudarimu yang tengah melupakan perintah Rabbmu.

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,”Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (Ahzab-59)

Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

04 September 2012, happy International Hijab Day.

Kamis, 21 Maret 2013

Kajian Keputrian Forris : Ups, I'm in love [ada bonus surat buat 'nembak' gebetan loh..]

-IGCC- Selasa, 12 Maret 2013 lalu, bidang keputrian ForRis mengadakan kajian keputrian yang membahas tuntas mengenai pacaran dalam Islam. Tercatat, 46 siswi dari 5 Sekolah menghadiri kegiatan yg diadakan di musholah MAN 1 Curup itu. Siswi-siswi dari MAN 1 Curup, SMAN 1 Curup Kota, SMKS 3 Idhata, SMAN 1 Curup Timur dan SMKN 1 Selupu Rejang ini sudah berada di tempat sejak jam 9 pagi, padahal kegiatan baru akan dimulai jam 9.30 loh, sobat IG-ers..

'killing the time'..seru-seruan duyu bareng ayuk Cory..

say..
marina menari..
di atas menara..
di atas menara..marina menari..



hati2 salah gerakan yaakkkk..  ^__^

ehh..kembali fokus ke bahasan..
 
"Pacaran itu boleh g sihh?" tanya Uni Rizka di awal bahasan.
ada yg jawab 'boleh..' ada yg jawab 'g bolehhh...' ada yg bingung mo jawab apa coz masih lugu..
*ehh

"pacaran itu boleh, dek.." kata Uniz Rizka slanjutnya.
SWING!!

si pelaku pacaran lega..
yg anti-pacaran bingung..

"boleh klo udah nikah.." lanjut uni Rizka..

[hanyoooww...gantian siapa yg bingung.. :D ]

nyimak materi dr Uni Rizka

*bahasan lengkap ttg pacaran..baca di sini yaa..

kajian ini tidak monoton bahas materi panjang lebar loh, Sobat IG-ers, lebih banyak sharing dan diskusi kasus. Belum lagi habis materi disampaikan, beberapa peserta terlihat sesegukan menahan tangis..
*mmm..knp ya tuu

Lantas..klo terlanjur 'main hati'..gimana dunx??

ini dia hasil kajian teman2 keputrian yg patut dicoba..
  1. perbanyak doa, minta penjagaan ekstra untuk hati
  2. hindari ikhtilat 
  3. yakin janji Allah itu pasti
  4. titipkan pada IA Sang Pemilik
paling awal dari itu semua..beranikan diri utk 'nembak' sang pujaan hati.

contoh suratnya boleh Co-Pas surat ini ni..
>>


Surat PHP (Putus Hubungan Pacaran)

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ba’da tahmid dan shalawat…
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf Akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapanNya. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.


Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayang-kan wajahmu. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana indah untuk masa depan kita masing-masing.

Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.

Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
[Demikianlah isi surat yang dihadiahkan oleh Salim A. Fillah dalam buku ”Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”.]

noohh..dijamin yg kena 'tembak' langsung ketar ketirr.. ['syetannya' yg ditembak yaakkkk.. :D ]

***




seru kaann...
yang g datang rugi kan kan kan..
tunggu info kegiatan keputrian Forris berikutnya di group Forris yaaa.. ^__^





Rabu, 20 Februari 2013

Pacaran? Kuno BRO!!!

-IGCC-Pacaran , Kuno ?

Sori, dengan judul seperti ini bukan maksud kita mau ngeledekin kamu-kamu yang pacaran, tapi kita mau menertawakan kamu-kamu yang pacaran.
Lho, sama aja atuh ya?

Jangan bingung begitu deh, karena memang itulah faktanya.

Pacaran, adalah aktivitas yang udah kuno. Mungkin bukan saja kuno, tapi sekaligus norak.

Bener lho Kenapa sih?

Islam, sebagai agama ‘modern’ dan mencerahkan pemikiran, selalu memberikan yang terbaik untuk pemeluknya.

Misalnya saja, di jaman purbakala, saat manusia terbiasa buligir, alias kagak make sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya, Islam datang menyempurnakan aturan manusia dalam berpakaian. Jilbab salah satunya, adalah ajaran Islam yang memberikan kehormatan kepada kaum wanita dalam berpakaian. Jadi, kalo sekarang masih ada anak puteri yang kagak pake jilbab, itu artinya masih ‘kagum’ dengan kebudayaannya Homo Soloensis dan Pythecantropus Erectus yang masih primitif, alias kuno. Gubrag! (yang tersinggung dilarang bangga) ?

Lha, pacaran apa hubungannya dengan kuno dan modern?

Sabar dulu sobat.

Begini, sebelum Islam datang sebagai agama penyempurna bagi kehidupan manusia, kehidupan di masa jahiliyah dulu rusak banget. Salah satunya dalam pergaulan. Mungkin, kalo kita mau kejam, seperti dunia binatang. Kok bisa sih? Iya, soalnya hubungan antara pria dan wanita di masa jahiliyah dulu kagak ada aturannya. Main seruduk, main selonong sana selonong sini. Suka-suka aja gitu lho. Waduh!

Sobat muda muslim, itulah sebabnya kenapa kita bilang bahwa pacaran adalah aktivitas kuno dan sekaligus norak. Lihat saja model gaul anak muda sekarang (termasuk paling banyak di antaranya adalah remaja muslim) makin tak terkendali alias liar banget.

Kata seorang teman, remaja sekarang dalam bergaul dengan lawan jenisnya menggunakan prinsip 3T; ta’aruf (saling mengenal), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk (terjemahkan dan tafsirkan sendiri deh, he..he..he..).

mentang-mentang saling cinta dan saling sayang, lalu merasa halal aja main elus, main peluk, main tendang, main cekik, dan main banting (smackdown kali yee…? He..he..he..)

Jadi, pacaran memang aktivitas yang deket-deket banget dengan z-i-n-a. Naudzubillahi min dzalik! Benar banget sobat, kita ngeri deh dengan perkembangan gaul remaja sekarang. Remaja yang awam memang paling banyak melakukan aktivitas baku syahwat yang diharamkan Islam ini, but nggak sedikit yang ngakunya anak masjid juga jadi aktivis pacaran.

Wackss… kacau-beliau dong?

Begitulah…

Hmm…, kamu yang masih pacaran dan lagi seneng-senengnya bermesraan bareng gandengan kamu, pastinya bakalan sutris baca tulisan ini. Mungkin juga tuh sumpah serapah bakalan keluar dalam mulut kamu. Tapi inget sobat, justru lebih parah kalo kagak ada yang mau susah payah ngingetin kita-kita. Sebab, sebagai manusia kita selalu nggak lepas dari kesalahan. Di sinilah perlunya kita saling menasihati dan ngingetin satu sama lain. Tul nggak? Jadi, jangan marah ya kalo kita ngingetin kamu, meski dengan sindiran.

Kenapa sih pada pengen pacaran?

Bener. Kenapa sih kamu-kamu pada pengen ngelakuin pacaran? Apa enaknya pacaran?

He..he..he.. jangan bingung dulu Mas, kita coba bantu ngasih bocorannya.

Ada beberapa alasan yang bisa kita telusuri di balik maraknya aktivitas ilegal dalam ajaran Islam ini:
Pertama, biar disebut dewasa. Banyak teman remaja yang melakukan pacaran, biar disebut udah dewasa. Maklum aja, aktivitas baku syahwat itu kayaknya ganjil banget kalo dilakukan oleh bocah cilik. Selain ganjil, anak kecil nggak pantes ngelakuin pacaran.

Sobat muda, secara biologis boleh jadi kamu dewasa. Kamu yang cowok udah mimpi basah, tubuhmu udah mulai memproduksi sel sperma, suaramu pun udah berubah jadi berat, udah tumbuh rambut di sana-sini, jakunmu pun mulai kelihatan. Kamu yang puteri, sudah mulai haidh, tubuhmu udah memproduki sel telur, beberapa bagian tubuh mengalami pertumbuhan pesat. Itu secara fisik. Dan itu nggak salah kamu disebut dewasa. Tapi, ukuran dewasa nggak selalu ditentukan dengan perubahan fisikmu, tapi ditentukan pula dengan cara kamu berpikir dan cara kamu bersikap. Nah, dewasa dalam berpikir dan bersikap harus kamu miliki juga dong. Sebab, banyak orang mengaku udah dewasa, tapi ternyata nggak bisa atau belum bisa berpikir dewasa.

Seperti apa sih berpikir dewasa?
>>Kamu berani bertanggung jawab dan bisa menentukan masa depan kamu sendiri. Dengan cara yang benar tentunya. Itu baru dewasa. Itu sebabnya, kalo kamu menganggap bahwa untuk bisa dikatakan udah dewasa adalah dengan melakukan pacaran, berarti kamu sebetulnya belum bisa dikatakan dewasa, terutama dalam berpikir dan bersikap.
Why?
Sebab, aktivitas pacaran jelas mendekati zina. Dan itu dosa. Jika kamu masih tetap melakukannya, itu artinya kamu belum tahu arti sebuah kedewasaan. Padahal, orang yang berpikir dan bersikap dewasa, akan lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Nggak asal jalan aja. Tapi penuh perhitungan, bila perlu mengkalkulasi untung-rugi dari sebuah perbuatan yang kamu lakukan. Sebab, itulah yang namanya bertanggungjawab. Lha, yang pacaran? Rata-rata cuma seneng-seneng aja tuh.
Berarti nggak punya prinsip dong? Berarti belum dewasa dong?
Tepat. Kejam amat ya? ?

Kedua, having fun.

Walah, ini juga asal-asalan.
Tapi inilah kenyataan yang kudu kita hadapi. Banyak teman remaja yang mengaku bahwa alasan melakukan pacaran sekadar having fun aja. Sekadar bersenang-senang. Nggak punya alasan lain. Barangkali teman remaja yang begitu menganggap bahwa pacaran sekadar hiburan di masa sulit dan obat stres saat menghadapi persoalan hidup.

Bisa jadi, teman-teman remaja yang nggak mendapatkan kasih sayang di rumah, karena kebetulan orangtuanya jarang di rumah, ia nyari kesenangan di luar. Bisa dengan kekasihnya (baca: pacaran), bisa juga lari ke minuman keras dan narkoba. Di rumah sumpek, maka pelampiasan untuk mencari kesenangannya lewat pacaran. Pacaran sering diyakini sebagai obat mujarab untuk menghilangkan stres.

Gimana nggak senang, wong, jalan berdua, mojok berdua, bisa curhat, bisa menikmati hidup ini dengan nyaman dan tenang.

Benarkah pacaran selalu memberikan kesenangan?

Ternyata nggak tuh.
Banyak pasangan yang pacaran justru cek-cok melulu. Belum lagi kalo beda ambisi. Maklum masih pada muda, emosinya masih meletup-letup. Jadi, gimana mau senang-senang jika tiap hari ‘panas’ melulu. Nggak banyak sih yang begitu, tapi tetap, bahwa alasan berpacaran semata untuk having fun, juga nggak dibenarkan. Baik secara hitung-hitungan logika, apalagi hukum syara.

Ketiga, pacar sebagai motivator dan katalisator.

Duh, emangnya pacaran sejenis suplemen, pake menambah semangat segala?

Tapi itulah yang terjadi. Alasan yang asal-asalan memang. Namun inilah yang juga banyak diakui teman remaja. Ada yang ngedadak jadi getol dateng ke sekolah en rajin belajar. Rela datang lebih awal ke sekolah. Tujuannya, biar bisa berlama-lama dengan sang gacoan. Maklum, kalo di sekolah sang gebetan ada, rasanya muncul semangat untuk belajar.

Ah, yang benar nih? Jangan ngigau begitu, ah! Benarkah pacaran bisa tambah semangat belajar?

Naga-naganya sih alasan itu cuma direkayasa. Coba aja kamu pikirin, gimana bisa belajar jadi getol kalo di sekolah aja yang diingetin cuma kekasihnya. Boleh jadi pelajaran yang diikuti di kelas memantul sempurna, karena otaknya udah full dengan memori tentang sang kekasih hati. Lagi pula, yang berhasil jadi juara kelas or juara umum di sekolah bukan karena mereka pacaran. Kalo memang pacaran nambah semangat untuk belajar, harusnya semua yang pacaran tambah pinter, karena belajar terus. Buktinya? Justru yang pacaran selalu bermasalah dalam belajarnya.

Memang sih ada satu-dua yang pacaran tapi prestasinya tetep bagus. Tapi itu bukan jadi alasan lho untuk kamu teladani. Sebab, puluhan, atau mungkin ratusan remaja yang pacaran, justru prestasi akademiknya jeblok. Yang pinter itu pun, karena emang otaknya tokcer banget. Selain memang mereka nggak nafsu-nafsu amat untuk pacaran. Karena doi biasanya lebih mementingkan belajar. Nah lho?

Jadi, emang nggak ada pengaruh secara signifikan sih antara pacaran dan prestasi belajar. Nggak ada.

Itu mah, cuma alasan klise alias dibuat-buat aja untuk melegalkan ajang baku syahwat yang dilarang itu. Tapi sejujurnya, pendapat kita neh, yang udah-udah, makin kuat pacarannya, biasanya malah makin malas belajarnya.

Ngaku aja deh. (Idih kayak interogasi aja ya? He...he…he..)

Tapi terlepas dari itu semua, entah pacaran itu bisa menumbuhkan semangat belajar atau malah memadamkan semangat belajar, tetep aja perbuatan tersebut haram untuk dilakukan. Karena ukuran manfaat dan mafsadat (keburukan) bukan dinilai oleh kita. Kita, kaum muslim, diajarkan untuk melakukan perbuatan yang ihsan.

Jadi, bukan yang terbanyak amalnya yang akan dinilai oleh Allah, tetapi yang terbaik amalnya. Baik niat maupun caranya. Dua-duanya kudu sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah Swt.: “...supaya Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (TQS al-Mulk [67] : 2)

Seorang ulama yang hidup di masa Abdul Malik bin Marwan, Sa’id bin Jubair, pernah mengatakan: “Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, dan tidak akan diterima perkataan, amal dan niat kecuali disesuaikan dengan sunnah Nabi saw.”

Saking pentingnya ihsan dalam beramal ini, Imam Malik mengatakan: “Sunnah Rasulullah saw itu ibarat perahu nabi Nuh. Siapa yang menumpanginya ia akan selamat; sedangkan yang tidak, akan tenggelam.” Nah, meskipun niatnya bagus untuk menambah semangat belajar (mungkin ikhlas karena Allah), tapi pacaran adalah perbuatan maksiat. Jadi nggak klop tuh. Nah lho?

Menertawakan pacaran
Sobat muda muslim, kalo melihat teman-teman kamu yang pacaran, kita suka geli dan lucu lho. Kita tertawa. Bener.

Abisnya, teman remaja yang aktivis berat pacaran adalah tipe manusia yang suka ngakalin gitu lho. Sebab, alasan-alasan utama mereka berpacaran justru semuanya klise. Intinya, semua itu cuma direkayasa untuk melegalkan aktivitas baku syahwat terlarang itu. Bener. Kagak bohong! [pasang wajah seriuz]

Oke deh, singkat kata, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi “begituan” sama hansip, he..he..he..).

Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Join IGCC apa lagiii..wehhhh [iklan]

Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya dan dosa itu.
 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS an-Nûr [24]: 30).

Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung” (HR Bukhari) Jadi, jangan pada nekat pacaran ya? Pacaran itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Kalo pun mungkin ada ‘manfaat’, tapi itu biasanya cuma diukur dengan penilaian hawa nafsu kita, bukan berdasarkan aturan Allah Swt. Kalo kamu nekat pacaran?

Huahaha… udah kuno, norak, dosa lagi. Amit-amit deh. Tinggalin ya..!? atawa kami ketawain abiz-abiz-an..ohoho3

Wallahu a'lam bisshawaab.


Kamis, 25 Oktober 2012

Rahasia cantik abadi

-IGCC-

"esok dah rayeee..."
ingat ekspresi itu mesti teringat karakter si kembar sholeh upin-ipin. maka teringat juga celotehan mereka yang mengejek sang kakak. "akak ni..besolek je tauuu..."

ingin tampil cantik dan menjadi perhatian banyak orang, katanya, memang fitrahnya makhluk Tuhan berstatus perempuan. maka tak heran jika da banyak produk kecantikan yang bertebaran.

tapi tahu kah mereka jika kecantikan yang mereka kejar tidaklah abadi? produk anti-aging yang ditawarkan sekalipun tak mampu menandingi tips cantik abadi yang akan IG beberkan ini.. ^_^

cekidot galz..
 
1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya. dan ini tidak terbatas pada lelaki sholeh saja. bahkan pria 'belum' shaleh sekalipun lebih terpesona dengan 'dandanan' ini. dan insyaallah dijamin semua orang di sekitar ikut terpesona pancarannya.




2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan

Secara umum manusia memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, manusia tetap memiliki titik bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat orang nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya.
Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada temannya, musuhnya, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.


4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.
Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya Senyum adalah sedekah.
Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya.
Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.
Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.
Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.



***

Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya. Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja
menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan ukhtiy pilih ? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?




so, make-over, yukz.. ^_^

Selasa, 17 Juli 2012

Bagaimana Kabarmu Saudariku?

-IGCC-
Assalamu'alaikum cantik..

Bagaimana kabar rambutnya?
apakah masih terurai panjang hingga terkibar ditiup sang angin pagi, siang, dan malam? ataukah sudah tertutupi dengan kerudung yg menjulur panjang?

Subhanallah..
cantiknya ukhtyku yg tidak malu berhijab,
tak menampakkan aurat,
bahkan sehelai rambut pun tak terlihat,
menjadi muslimah yg taat pada syari'at.
kalah deeh tuh turis artis barat..


Bagaimana keadaan badanmu, tambah berat atau tambah ringan?
masih pusing mikirin berat badan?
karena takut dibilang cacingan atau kebanyakan makan, ..
atau telah tertutupi dengan jilbab yg menjulur panjang
hingga menutupi seluruh badan.
lebar dan tak transparan agar tak nampak bentuk badan,
tak mencolok dan bukan untuk pameran sekedar dapat pujian dari ikhwan..
kan kan kan..
Dah ga jaman juga tuh parfum yang menyengat hingga sekalian alam..

Subhanallah..
ukhtyku sungguh luar biasa..
kini, lengkap pakaian muslimahnya,
dengan jilbab dan kerudung yg rapi,
dan tak malu lagi dibilang : "mau ke kampus atau ke pengajian sih?".
bilang aja ukh, "yg penting syar'i..".
 atau ajakin aja sekalian ngaji..


Assalamu'alaikum saudariku yg disana..
buruan pake jilbab dan kerudungnya.
ga takut ya kalo nanti ga bisa nyium bau surga?

masalah pribadi yg belum bener, ntar nyusul aja ukh..
sambil benahi diri dikit demi dikit sambil lalu...
kalo nunggu pembenahan diri dulu baru pake hijab, ntar dosanya dobel tuh!

ukhty, semoga kita istiqomah ya,
dengan jilbab dan kerudungnya.
smoga Allah merahmati kita,
salam sayang dari saudara yg begitu menyayangimu karena Allah.


Ghina Zafira 
blog 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...