Selasa, 19 Juli 2011

Regan SE : Inti Program BRS, Adanya Pembinaan Berkelanjutan

Regan SE, Koord. BRS IGCC
// Jelang Ramadhan, sudah ada tawaran pesantren Kilat

Media Online  IGCC - Setelah diadakannya kegiatan pelatihan mentor oleh bidang penelitian dan pengembangan IGCC beberapa waktu yang lalu. LSM ini harus siap melaksanakan konsekuensi memberikan pelayanan kepada pelajar, pasalnya sejauh ini sudah ada sekolah yang menginginkan pihak IGCC mengisi pesantren kilat.
"Hingga sekarang sudah hampir seluruh sekolah se Rejang Lebong mengadakan pesantren kilat dan sebagian mereka sudah ada yang menginginkan kita untuk menjadi trainernya, Data sekolah yang sudah pasti masuk ke kita saat ini antara lain : SMA Negeri 1 Curup Timur dan SMK N 1 Curup Timur, bahkan ada satu sekolah meminta selama satu Minggu ful," Ujar Regan SE selaku koordinator Bidang Bina Risma Sekolah (BRS).
Dilanjutkan Regan SE sebenarnya kita sudah menyiapkan proposal tersendiri kepada pihak sekolah terkait dengan manajemen yang sudah kita siapkan, namun dilapangan ada beberapa pihak sekolah menginginkan manajemen mereka, misalnya ada sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk ikut sanlat (pesantren kilat) ini artinya kita hanya bisa sekali tatap muka untuk sekelas atau seangkatan. Manajemen kita tidak menginginkan seperti itu, sehingga ada beberapa sekolah kita negosiasi lebih lanjut.
Ditambahkannya masalah ini bukan berarti  tidak konsekuen, namun inti dari program kita adalah   menginginakan adanya pembinaan berkelanjutan, maksudnya IGCC mengagendakan di setiap sekolah menyediakan utusan perkelas, sehingga kita bisa bertatap muka selama tiga hari full dengan siswa yang sama. Kalau seperti ini di jalankan, maka kita memiliki ikatan emosional sehingga  muda melakukan pembinaan  berkelanjutan. Ibaratnya tidak hanya tanpa bekas. kami menginginkan yang berbekas. Ujar Regan dengan gurauannya.
Disisi lain, Direktur IGCC H. Dodi Hernawan,M.Kep mengatakan memang kita telah menyiapkan pementor, namun ada kendala baru yang harus kita perhatikan di sebabkan  peserta pelatihan kemarin di dominasi oleh kalangan Pegawai Negeri Sipil, sehingga kita harus menyesuaikan waktu sanlat yang ditetapkan pihak sekolah. Tutup Dodi.  (RB)

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan komentar anda di sini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...