Minggu, 12 Mei 2013

Ramadhan & Cewek (Akhwat Zone)

-IGCC-
Bismillahirrahmanirrahim...

***
Meski berbeda dari segi fisik dan fitrah, pada dasarnya wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama di hadapan Sang Khalik sebagai hamba-Nya sekaligus mempunyai peluang yang sama untuk meraih kedudukan mulia di sisi-Nya. Allah yang Maha Adil telah menetapkan sekian banyak keistimewaan yang ada pada laki-laki, begitu juga dengan wanita.Tentu bukan untuk saling mengalahkan satu sama lain, melainkan semata-mata untuk salling mengisi dan saling menyempurnakan. Maka, segala yang telah ditetapkan-Nya bagi kaumlaki-laki dalam urusan ad-Diin, juga ditetapkan untuk kaum wanita. Yups, salah satunya adalah PUASA di bulan Ramadhan

Sejak mula diwajibkannya puasa Ramadhan, tak pernah ada istilah perintah ini hanya diwajibkan bagi kaum laki-laki saja dan tidak wajib bagi wanita (selengkapnya liat di QS. 2: 183-185, tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadhandan masalah-masalah yang berkaitan dengan Puasa Ramadhan, he). Termasuk yang satu ini: khusus bagi para wanita,  ada saat tertentu bagi wanita yang berada pada usia produktif (baligh), yaitu masa haid atau nifas yang membutanya tidak dapat mengerjakan perintah-perintah wajib seperti shalat dan puasa. Tapiii, bukan berarti dengan udzur *halangan*  tersebut kita terhalangi untukmengerjakan amal kebajikan lain yang nilai pahalanya (mungkin) bisa menyamai amalan yang ditinggalkan bukan??? ^^

Terkadang, sebagian dari kita *para wanita* memiliki pemahaman yang keliru yang menganggap bahwa pada bulan Ramadhan, ada bonus khusus istirahat dari aktivitas ibadah ketika waktu haid tiba, hingga akhirnya mereka memanfaatkan waktu jeda itu hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, beberapa dari kaum Muslimah ada yang akhirnya keterusan tidak lagi menjalankan ibadah puasa meski udzur nya telah terhenti, na'udzubillah min dzalik.. *semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut, aamiin* 

Berikut ini beberapa kebiasaan dan kekeliruan pemahaman yang sering dilakukan para wanita saat Puasa Ramadhan tiba:

Menunda Bersuci
Hal yang sering disepelekan kaum wanita, khusunya remaja muslimah selama bulan Ramadhan adalah waktu bersuci dari haid., hufh! Sekali lagi, mungkin karena pemahaman yang sedikit keliru dengan menganggap masa haid adalah keringanan bagi wanita, sehingga meremehkannya dan ketika terlena, akhirnya menunda-nunda waktu untukmenyucikan diri setelah selesal haid. Padahal, sesungguhnya perkara ini tidak seringan itu, sebab ini menyangkut kewajiban shalat dan puasa. Jika hanya sat uwaktu shalat yang terlewatkan, mungkin itu masih bisa tergantikan sedikit.Namun, bila yang terlewatkan itu  lima waktu bahkan berhari-hari, ditambah lagi dengan waktu yang sangat berharga di hari-hari selama bulan Ramadhan yang terlewatkan, apa jadinya??! Berapa banyak kerugian dan dosa kita? Nastagfirullah....

Saudari Muslimah yang punya kesadaran akan hal ini  tentu tidak akan  membiarkan hal ini terjadi pada dirinya dan saudari-saudarinya yang lain. Oleh sebab itu, sangat penting bag ikita untuk  memperhatikan siklus haid  (terutama yang tidak beraturan) agar tidak terjatuh pada hal yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah. Tentu kita tidak menginginkan enam hari atau tujuh hari bahkan lebih dari Ramadhan terlewatkan sia-sia tanpa arti. Sebelum tiba masanya, sebaiknya kita sudah menyiapakan schedule  amal saleh untuk waktu tersebut. Kalau perlu, sebanyak-banyaknya deh, agar mampu menandingi pahala ketika masa suci. Karena tidak ada batasan untuk beramal baik, asal kita mampu dan tidak menzhalimi diri kita sendiri tentunya.

Puasa, tapi...
Kekeliruan kita dan kaum Muslimin pada umumnya menganggap ibadah puasa hanyalah rutinitas tahunan yang menjadi kewajiban seorang kaum muslimin berupa menahan makan ,minum  dan jima' di siang hari, tidak lebih dari itu. Hingga mudah didapati, ada orang yang berpuasa tapi saling menyakiti, bertengkar,memutuskan silaturrahim, dan sebagainya... Belum lagi, jika yang berpuasa hanya menghabiskan waktunya di depan televisi untuk menikmat tayangan ghibah-tainment  *ngerumpi* (ngutip, he) yang gencar banget nongol di tv, tak kenal waktu. Maka lengkaplah sudah semua perusak ibadah puasa kita. Padahal, Rasulullah Shol'am mengingatkan kita,  

"Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta danamalan yang semisalnya pad saat ia berpuasa, maka Allah tidak butuh daridirinya menahan makan dan minum." (HR. Bukhari)
"Puasa adalah perisai, barangsiapa di antara kalian yangberpuasa, maka hendaklah dia tidak berkata kotor atau berbuat kerusakan. Jikaia cela atau hendaklah dia tidak berkata kotor dan berbuat kerusakan. Jika iadicela dan diajak  bertengkar, maka hendaknya ia menhgatakan: 'aku sedangberpuasa." (Muttafaq 'Alaih) 

Ya, puasa adalah perisai. Pertahanan diri seorang mukmin dari serbuan tipu daya syaithon yang menjerumuskan.. Jadi, hendaklah kita mampu membentengi diri kita dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghapuskan pahala ibadah puasa kita.

Duniaku.., Dunia Wanita...
Seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebenarnya tidak dilarang untuk melaksankan segala urusan duniawinya seperti menyiapkan makan, minum, kerja, memberesakan rumah, mencuci gorden, silaturahim, de el el... Selama tidak mengandung unsur pelanggaran syari'at di dalamnya, insya Allah diperbolehkan. Masalahnya, para wanita (khususnya ibu-ibu dan remaja putri) justru kebalikannya.  Yang harusnya mubah, malah menjadi suatu keharusan. Terus, yang menjadi kewajiban,malah  terabaikan.., 
Contohnya saja, urusan menyiapkan makanan  untuk sahur. Karena terlalu lama dan terlalu banyak yang musti disiapain, akhirnya shalat kita jadi tertunda. Mestinya kita bisa Qiyamul Lail dulu, eh, malah jadi qiyam (berdiri, mendirikan) di dapur, hehe :D. Atau waktunya buat tadarus Qur'an, malah terpakai buat mengatur segala macam jenis menu masakan untuk besok.  Belum lagi, urusan persiapan hari raya. Kaum wanita (tak pandang buluh, dari nenek-nenek sampai anak-anak) selalu jadi kaum yang paling sibuk untuk urusan pernak-pernik seputar Lebaran. Mulai dari hunting tempat belanja murah untuk beli kebutuhan pokok, beli baju, penataan rumah, masak kue, dan lain-lain. Ujung-ujungnya, disepuluh malam terakhir yang sangat berharga untuk ibadah, harus terganti dengan kesibukan kita yang mestinya bisa diatur sedemikian rupa. Sayang kan?? -_-'


Akhawatifillah, kurang lebih itulah hal-hal yang seringkali melalaikan kita di bulan Ramadahan. Tentu kita semua mempunyai tekad yang sama, tidak mau terjebak pada kesalahan-kesalahan itu. Jadikan Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terindah kita.. Semoga Allah memperlihatkan kepada kita bahwa yang benar adalah benar, dan menuntun kita untuk tetap berjalan di atas kebenaran itu. Begitu juga dengan yang salah, semoga Allah menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari kesalahan2 tersebut, aamiin...
Semangat perubahan menuju perubahan yang lebih baik lagi!!! Fastabiqul Khairat.. :D
Marhaban Ya Ramadhan...

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan komentar anda di sini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...